Beranda » Kesehatan » HATI2 SILENT KILLER DI DAPUR ANDASenin, 17 Mei 2010 - 20:21:44 WIBHATI2 SILENT KILLER DI DAPUR ANDADiposting oleh : Administrator
Kategori: Kesehatan
- Dibaca: 95 kaliHATI2 SILENT KILLER DI DAPUR ANDA
SILENT KILLER IN YOUR OWN KITCHEN
Pernah "feeling guilty" selama masak untuk keluarga???...perhatikan komposisi bumbu dapur dan makanan di dapur anda. Apakah sudah masuk kategori sehat dan enak tentunya bt keluarga terutama untuk si kecil yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Coba deh produk makanan dari Alsultan International yang telah memiliki ijin dari Depkes/Badan POM dan sertifikat halal dari MUI ini. Semua bumbu dapur, kaldu non MSG, pengempuk daging dan selai tidak menggunakan bahan kimia serta tidak menggunakan zat pengawet dan penyedap rasa (MSG).Produk yang kami tawarkan ini sangat bermanfaat bagi setiap orang yang memiliki alergi terhadap bahan pengawet makanan dan MSG, bagi para ibu hamil, yang merencanakan kehamilan, balita, penderita autis dan bagi siapa yang menginginkan gaya hidup sehat dalam kesehariannya
Penggunaan penyedap rasa pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak dapat berdampak negatif.MSG Berbahaya untuk Pertumbuhan Anak
Tuesday, 06 November 2007
MSG atau monosodium glutamat/mononatrium glutamate/penguat rasa, banyak dipakai sebagai penegas cita rasa untuk membuat masakan menjadi gurih dan enak. Penyedap
rasa ini tergolong dalam Bahan Tambahan Makanan (BTM). Meski tidak dilarang oleh Departemen Kesehatan namun penggunaan MSG sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan, apalagi dalam takaran berlebihan MSG cukup berbahaya bagi pertumbuhan anak.Cara kerja MSG adalah dengan menstimulasi reseptor di indera perasa. Dalam lidah kita terdapat reseptor untuk setiap rasa, misalnya manis, asam, asin, pahit, dan sebagainya. Jika suatu masakan daging diberi MSG maka ketika kita memakannya, cita rasa daging tersebut akan semakin kuat sehingga terasa lebih enak.
Menurut Ahli Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Prof dr Aznan Lelo PhD SpFK, penggunaan penyedap rasa pada makanan yang akan dikonsumsi anak-anak dapat berdampak
negatif. Dampak yang ditimbulkan antara lain kerusakan retina sehingga anak bermata juling, kerusakan otak, gangguan hormonal, hingga gangguan jiwa. "Untuk itu, seharusnya orang tua tidak memberikan penyedap rasa pada makanan yang dikonsumsi, serta membatasi anak-anak untuk
membeli jajanan di luar," kata Aznan.
Anak-anak yang terbiasa mengonsumsi makanan yang diberi penyedap rasa biasanya akan menolak jika disajikan makanan tanpa MSG. "Bahkan, susu formula saja yang mengunakan DHA dan DHHHHA itu, juga menggunakan penyedap rasa. Buktinya anak-anak biasanya tidak akan mau kalau susunya diganti dengan susu merek yang lain," kata Aznan.
Sementara itu pada orang dewasa penggunaan MSG yang berlebihan bisa menimbulkan gejala yang disebut Chinese Restaurant Syndrome dengan reaksi mati rasa, pusing, atau gatal-gatal beberapa jam
setelah mengonsumsi makanan. Aznan menyarankan agar orangtua mengurangi konsumsi penyedap
rasa. "Jika tidak bisa dihindari, sebaiknya konsumsinya dikurangi,atau setelah memakan makanan yang menggunakan penyedap rasa sebaiknya langsung mengkonsumsi bawang putih atau penetralisir
lainnya," ujarnya.
Batas maksimum penggunaan MSG dalam makanan adalah tiga gram per hari, sedangkan untuk anak batas maksimumnya satu gram sehari (satu sendok teh peres). Yang perlu diperhatikan adalah bukan hanya makanan yang dimasak di rumah saja yang memakai MSG, jajanan dan makanan di restoran pun kebanyakan memakai tambahan MSG.
Mie instant, snack, dan minuman ringan pun tak luput dari MSG. Karena itu untuk amannya sebaiknya hindari sama sekali penggunaan penyedap rasa saat memasak. Bukankah negeri kita kaya akan bumbu rempah-rempah yang lebih alami dan sanggup membuat masakan terasa kelezatannya?
Source = http://www2.kompas.com/ver1/Kesehatan/0711/06/114600.htm
0 Komentar :
Isi Komentar :