UswahShop
0251-9191640
UswahTech
021-97193467
Pengiriman Produk Kami Melalui
No Rec: 010 7432 963, Bank BNI cabang Majalengka atas nama Ina Yanuar Rukmayanti






Pengunjung hari ini : 308
Total pengunjung : 18023
Hits hari ini : 1183
Total Hits : 91637
Pengunjung Online: 8
Pengendara motor yang tidak menggunakan jaket, penjaga siskamling atau orang yang kehujanan sering merasa dirinya masuk angin dengan gejala perut kembung, badan pegal. Sebenarnya adakah penyakit masuk angin itu?
"Tidak ada istilah masuk angin dalam ilmu kedokteran," kata dr Kartono Mohamad, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dunia kedokteran tak pernah mengenal istilah "masuk angin".
Gejala-gejala yang ditimbulkan seperti perut kembung, nyeri otot,
pusing, sakit tenggorokan, bersin-bersin, sampai batuk dan pilek
merupakan gejala-gejala dari penyakit lain. Penyakit yang diderita bisa
bermacam-macam tergantung gejalanya.
Perut kembung secara kedokteran didiagnosa sebagai gejala maag atau adanya ganggguan lambung dan gangguan pencernaan lainnya.
Sedangkan pusing, sakit tenggorokan, bersin, batuk dan pilek bisa
merupakan gejala flu. Badan pegal atau nyeri otot bisa disebabkan
karena orang tersebut terlalu capek dan kurang istirahat.
"Jadi tak ada yang namanya masuk angin. Masuk angin hanyalah kosakata
yang diciptakan oleh masyarakat kita," tegas dr Yuni Astuti.
Kebanyakan orang mendiagnosa sendiri bahwa dirinya masuk angin. Ketika
masuk angin mereka memilih pengobatan dengan cara 'kerokan'. Selain
lebih mudah, kerokan dianggap lebih manjur daripada harus mengonsumsi
obat-obatan.
dr Kartono menjelaskan bahwa sebenarnya kerokan hanyalah mengalihkan
rasa sakit yang diderita pasien, tetapi tidak bisa mengobati penyakit
itu. Kerokan dapat menyebabkan aliran darah ke kulit lebih lancar,
sehingga badan akan merasa lebih segar.
"Kerokan prinsipnya sama dengan bekam," kata dr Yuni. Kerokan dapat
menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang sudah tidak berfungsi dengan
baik atau yang banyak mengandung CO2 akibat polusi. Sehingga dengan
teknik kerokan, dapat mengeluarkan uap-uap polusi dalam darah dan orang
akan merasa lebih enakan.
Kerokan biasanya dapat menimbulkan ketagihan atau kecanduan. Orang yang
sudah terbiasa dikerok merasa belum baikan jika belum menjalani ritual
itu. Tapi menurut dr Yuni, terlalu sering melakukan kerokan dapat
menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang masih berfungsi dengan baik,
dan hal ini bisa membahayakan kesehatan.
dr Yuni menyarankan, sebaiknya orang yang mendiagnosa dirinya masuk angin berkonsultasi dengan dokter, agar tidak terjadi kesalahan diagnosa dan akhirnya malah memperparah penyakit yang dideritanya.
Sumber :
mer/ir - health.detik.com





Meja Laptop Bantal With Cooling Pad (MEJA LAPTOP A)



, assalamu alaikum, bj sdh sampai, alhamdulillah bagus ...